Sindroma Brugada pada Laki-laki Usia Tua
Abstract
Sindroma Brugada ditandai dengan elevasi segmen ST di sadapan prekordial kanan EKG, yang dikaitkan dengan resiko tinggi sudden cardiac death. Sindroma ini lebih banyak dialami oleh laki-laki usia muda atau orang dewasa yang sehat. Prevalensi sindroma Brugada lebih tinggi di Asia Timur dan Asia Tenggara yang mencapai 12 per 10.000 orang, dan yang tidak terdiagnostik lebih dari 58 per 10.000 orang. Penderita dapat mengalami gejala seperti pingsan, palpitasi, kematian mendadak akibat jantung, dan dapat pula dengan tanpa gejala sebelumnya. Dapat terjadi secara spontan atau setelah provokasi dari sodium channel-blocking agents. Dilaporkan satu kasus seorang laki-laki 75 tahun dengan keluhan pingsan 2 jam sebelum masuk rumah sakit. Sebelumnya pasien merasa tidak enak badan, jantung berdebar-debar dan tidak sadarkan diri. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Pada pemeriksaan EKG ditemukan gambaran coved pada sadapan prekordial kanan ( V1,V2 dan V3 ). Hasil laboratorium dalam batas normal. Pasien tidak mempunyai riwayat sinkop, jantung berdebar dan nyeri dada sebelumnya. Pasien didiagnosa dengan Sindroma Brugada tipe 1 dan diterapi dengan Bisoprolol 1 x 2,5 mg dan Aspilet 1 x 80 mg. Pasien kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta untuk dilakukan Electrophisiology Study dan direncanakan untuk pemasangan ICD.
Brugada syndrome is characterized by ST segment elevation in the right precordial leads of the ECG, which is associated with a high risk of sudden cardiac death. This syndrome is more common in young men or healthy adults. The prevalence of Brugada syndrome is higher in East Asia and Southeast Asia, reaching 12 per 10,000 people, with more than 58 per 10,000 people undiagnosed. Sufferers may experience symptoms such as fainting, palpitations, sudden cardiac death, and may also have no previous symptoms. It can occur spontaneously or after provocation from sodium channel-blocking agents. One case was reported of a 75-year-old man who complained of fainting 2 hours before being admitted to the hospital. Previously, the patient felt unwell, had heart palpitations, and was unconscious. Physical examination revealed no abnormalities. An ECG revealed a coved pattern in the right precordial leads (V1, V2, and V3). Laboratory results were within normal limits. The patient had no history of syncope, palpitations, or chest pain. The patient was diagnosed with Brugada Syndrome Type 1 and treated with Bisoprolol 1 x 2.5 mg and Aspilet 1 x 80 mg. The patient was then referred to RSCM Jakarta for an Electrophysiology Study and planned implantation of an ICD.

