Pengaruh Konsumsi Sayur Tinggi Oksalat terhadap Terjadinya Batu Saluran Kemih di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin Banda Aceh

  • Muammar Muammar Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh
  • Jufriadi Ismi Bagian Bedah, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh
  • Iflan Naufal Bagian Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh
  • Husnah Husnah Bagian Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh
  • Dahril Dahril Bagian Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala/RS Zainoel Abidin, Banda Aceh
Keywords: Sayur tinggi oksalat, Kalsium oksalat, Batu saluran kemih

Abstract

Batu saluran kemih merupakan masalah kesehatan yang insidensinya menempati urutan ketiga tertinggi di bidang urologi. Salah satu penyebab paling tinggi terbentuknya batu saluran kemih adalah kalsium yang berikatan dengan oksalat, fosfat, dan asam urat. Sayur tinggi oksalat pada umumnya mengandung komposisi kristal tinggi terutama kalsium. Mengkonsumsi sayur tinggi oksalat secara rutin dalam jangka waktu lama dapat menjadi salah satu faktor terjadinya penyakit batu saluran kemih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi sayur tinggi oksalat terhadap terjadinya batu saluran kemih di RSUD dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh. Studi ini menggunakan desain case control secara purposive sampling dengan jumlah responden 60 orang. Pengolahan data konsumsi sayur tinggi oksalat dengan menggunakan software Nutrittion Survey 2007 dan Food Frequency Questionnaire (FFQ), kemudian dianalisis dengan uji Chi–Square. Asosiasi paparan (faktor risiko) dan kejadian penyakit dengan mencari nilai Odds Ratio (OR). Konsumsi sayur tinggi oksalat ada 29 orang (48,3%), jumlah kasus 19 orang (28,3%) dan kontrol 10 orang (20%) dengan jumlah usia terbanyak 45-65 tahun (56,7%) dan jenis kelamin laki-laki (71,7%).  Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai p-value= 0,039 (p<0,05), dan nilai Odds Ratio= 3,45CI 95% (1.846-1.534). Disimpulkan bahwa konsumsi sayur tinggi oksalat punya pengaruh 3,45 kali lipat lebih besar terhadap terjadinya penyakit batu saluran kemih.

 

Published
2020-06-25