Terapi Ursodeoxycholic Acid (UDCA) dan Tindakan Kolesistektomi Laparaskopik pada Remaja dengan Cholelithiasis: Sebuah Laporan Kasus

  • Wisda Widiastuti Bagian Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Univesrsitas Baiturrahmah, Padang
Keywords: Cholelithiasis, ursodeoxycholic acid, kolesistektomi laparoskopik

Abstract

Cholelithiasis merupakan batu yang terbentuk dalam kantong empedu. Batu tersebut dapat bermigrasi ke dalam saluran empedu. Keadaan ini dapat menyumbat aliran empedu sehingga mengakibatan ikterus dan berkomplikasi menyebabkan kolangitis. Umumnya, meningkat sejalan dengan penambahan usia, terutama setelah 40 tahun. Pasien dengan cholestasis terbagi 3 kelompok, yaitu cholestasis asimptomatik, cholestasis simtomati dan cholestasis dengan komplikasi. Dilaporkan kasus seorang remaja, perempuan, 25 tahun, dirawat di Bagian Penyakit dalam RS M Djamil, Padang, didiagnosis dengan Cholelithiasis. Pada pemeriksaan dengan USG dan MRCP batu empedu di sepanjang intraduktus biliaris. Dari hasil USG, ditemukan penebalan dinding kandung empedu, yang menyokong terjadinga kholangitis, sebagai komplikasi Cholelithiasis. Tatalaksana awal, pasien diberikan ursodeoxycholic acid (UDCA), selama satu minggu. Idealnya dilakukan ERCP untuk tatalaksana batu di saluran empedu sebagai efek migrasi dari kantong empedu, tetapi alat tidak tersedia. Karena itu,  dipilih tindakan kolesistektomi laparoskopik, untuk pengambilan batu dan untuk mengatasi kolangitis, yang merupakan komplikasi dari sumbatan akibat batu di saluran empedu tersebut.    

Published
2020-09-20