Pendekatan Diagnosis dan Tatalaksana Epistaksis

  • Teuku Husni T R Bagian Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, RSUD Dr. Zainoel Abidin
  • Zikral Hadi Bagian Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, RSUD Dr. Zainoel Abidin
Keywords: epistaksis, perdarahan hidung, tampon hidung, epistaksis anterior, epistaksis posterior

Abstract

Epistaksis bukan suatu penyakit, melainkan gejala dari suatu kelainan yang hampir 90% dapat berhenti sendiri. Epistaksis dapat terjadi pada segala umur, terutama terjadi pada anak-anak dan usia lanjut. Prevalensi epistaksis meningkat pada anak-anak usia dibawah 10 tahun dan meningkat kembali di usia 35 tahun ke atas. Epistaksis diperkirakan terjadi pada 60% manusia selama hidupnya dan 6% dari mereka mencari penanganan medis. Etiologi epistaksis dapat dari banyak faktor, secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor lokal dan faktor sistemik. Tiga prinsip utama dalam menanggulangi epistaksis yaitu menghentikan perdarahan, mencegah komplikasi, dan mencegah berulangnya epistaksis.

Published
2020-11-21