Seksio Sesarea dan Miomektomi pada Kehamilan dengan Mioma Uteri: Laporan Kasus

  • Rusnaidi Rusnaidi Division of Fertility and Endocrinology, Department Obstetric & Gynecology, university of Syiah Kuala, Banda Aceh ,Indonesia
  • Juanda Raynaldi Residen Obstetri & Ginekologi, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Indonesia

Abstract

Latar belakang Leiomyoma adalah tumor jinak yang sering dijumpai pada wanita usia reproduksi. Kehamilan yang disertai dengan leiomyoma dikaitkan dengan persalinan permatur, malpresentasi dan lain – lain. Prevalensi leiomyoma pada kehamilan antara 1.2 – 10.7%. Sering dijumpai pada pemeriksaan rutin kehamilan dan 10 – 28 % dari seluruh kasus memiliki komplikasi, yang tersering adalah nyeri perut. leiomyoma berperan 0.849% dalam menurunkan angka kehamilan.

Kasus Wanita berusia 38 tahun G6P1A4 riwayat seksio sesarea 1 kali, datang dengan keluhan keluar darah dari jalan lahir yang dirsakan sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Darah berwarna merah segar, berjumlah banyak, pasien sudah pernah dirawat dengan keluhan yang sama sebanyak 5 kali selama kehamilan. Keluhan disertai dengan rasa mules dan perut terasa tegang. Pasien mengaku hamil 8 bulan dan rutin ANC di SpOG. Pasien sudah di diagnosa memiliki leiomyoma dan disarankan untuk operasi mengangkat rahim namun pasien menolak. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan Vaginal touche, porsio posterior, lunak, penipisan 25%, tidak ada pembukaan dan kepala di Hodge 1. Dari pemeriksaan USG yang dilakukan, didapatkan gambaran hipohiperechoic namun lokasinya sulit untuk di identifikasi. Pasien menjalani seksio sesarea CITO. Temuan intraoperatif didapatkan leiomyoma intramural pada korpus posterior dan dilakukan miomektomi. Luaran bayi dan maternal baik, walaupun ibu harus mendapatkan transfusi PRC dan bayi harus dirawat di NICU dikarenakan berat badan bayi rendah, bayi prematur dan sangkaan kelainan jantung kongenital.

Kesimpulan: Kehamilan dengan leiomyoma memiliki angka prevalensi cukup signifikan (1.2– 10.7%) yang menjadi faktor resiko terjadinya persalinan prematur. Pasien hamil dengan leiomyoma ini memiliki faktor resiko yang mendukung terjadinya persalinan prematur yang disebabkan oleh nyeri dan gangguan fertilitas yang dirasakan selama 10 tahun.

Published
2021-11-02