Kehamilam dengan Hipertiroid

  • Iskandar Iskandar Bagian Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Malikussaleh
Keywords: hipertiroid gestasional, Grave’s disease, obat antitiroid

Abstract

Pada masa kehamilan terjadi perubahan struktur dan fungsi kelenjar tiroid. Selain itu juga timbul keadaan klinik mirip dengan kelebihan hormon tiroid. Perubahan ini seringkali menyulitkan klinisi untuk membedakan apakah kondisi tersebut merupakan keadaan fisiologis atau gangguan tiroid. Hipertiroid merupakan suatu gangguan yang terjadi karena kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid lebih banyak dari yang tubuh butuhkan. Disfungsi tiroid cukup sering ditemukan pada kehamilan. Frekuensi penyakit ini dalam kehamilan diperkirakan 0,2% diantara  semua wanita hamil dengan etiologi tersering penyakit Graves. Tanda dan gejala yang timbul sangat membantu klinisi dalam menegakkan diagnosis. Goiter difusa, ophthalmopathy, dengan serum thyroid hormone receptor antibody (TRAb) positif mengarahkan diagnosis ke Grave’s disease. Hipertiroid gestasional lebih umum terjadi pada wanita dengan morning sickness, terutama kelompok wanita dengan gejala yang lebih hebat yaitu hyperemesis gravidarum. Hipertiroidisme yang tidak diobati sering dikaitkan dengan kejadian komplikasi kehamilan, termasuk keguguran, persalinan prematur, dan keadaan darurat ibu seperti krisis tirotoksik dan gagal jantung kongestif ibu. Terdapat berbagai macam tatalaksana untuk hipertiroid dalam kehamilan. Obat anti-tiroid merupakan pengobatan pilihan dalam mengontrol gejala hipertiroid selama kehamilan. Modalitas terapi lain yang dapat digunakan juga adalah pembedahan, tetapi jika dengan pengobatan obat anti hipertiroid ditemukan efek samping maka harus dipertimbangkan untuk dilakukan pembedahan.

During pregnancy, there is a change in the structure and function of the thyroid gland. Besides, a clinical condition similar to an excess of thyroid hormone also arises. These changes often make it difficult for the clinician to distinguish whether the condition is a physiological condition or a thyroid disorder. Hyperthyroidism is a disorder that occurs because the thyroid gland produces more thyroid hormone than the body needs. Thyroid dysfunction is quite common in pregnancy. The frequency of this disease in pregnancy is estimated to be 0.2% among all pregnant women with the most common etiology of Graves' disease. The signs and symptoms that arise are very helpful for clinicians in making a diagnosis. Diffuse goiter, ophthalmopathy, with positive serum thyroid hormone receptor antibody (TRAb) leads to the diagnosis of Graves' disease. Untreated hyperthyroidism is often associated with incidence pregnancy complications, including miscarriage, preterm delivery, and maternal emergencies such as thyrotoxic crisis and maternal congestive heart failure. There are various treatments for hyperthyroidism in pregnancy. Anti-thyroid drugs are the treatment of choice in controlling hyperthyroid symptoms during pregnancy. Another therapeutic modality that can be used is surgery, but if side effects are found with anti-hyperthyroid drug treatment, surgery should be considered.

Published
2021-10-31