Diagnosis dan Tatalaksana Serangan Asma Derajad Ringan dan Sedang pada Anak

  • Rismawati Rismawati Rumah Sakit Avicenna, Bireuen, Aceh
Keywords: Serangan asma, Tatalaksana asma, agonis β2 kerja pendek, Nebulisasi

Abstract

Serangan asma adalah episode peningkatan yang progresif (perburukan) dari gejala-gejala batuk, sesak napas, wheezing, rasa dada tertekan, atau berbagai kombinasi dari gejala-gejala tersebut. Derajat serangan asma bermacam-macam, mulai dari serangan ringan sedang sampai berat, hingga serangan yang disertai ancaman henti nafas. Tata laksana serangan asma dibagi menjadi dua, yaitu tata laksana di rumah dan di fasilitas kesehatan (fasyankes)/RS. Tujuan tata laksana asma pada anak adalah mencapai asma yang terkendali dengan frekuensi serangan asma seminimal mungkin. Untuk tata laksana serangan asma ringan sedang, sebagai tindakan awal pasien diberikan agonis β2 kerja pendek lewat nebulisasi atau MDI dengan spacer, yang dapat diulang dua kali dalam satu jam, dengan pertimbangan untuk menambahkan ipratropium bromida pada nebulisasi ketiga. Kemudian nilai respons pasien, bila keadaan pasien membaik, maka pasien dapat dipulangkan dan disiapkan untuk berobat jalan. Namun bila memburuk atau tidak merespons, maka segera rujuk pasien ke Rumah sakit.

An asthma attack is an episode of progressive increase (worsening) of symptoms of cough, shortness of breath, wheezing, chest tightness, or any combination of these symptoms. The degree of asthma attack varies, ranging from mild to moderate attacks, to attacks that are accompanied by the threat of stopping breathing. The management of asthma attacks is divided into two, namely treatment at home and in health facilities (fasyankes) / hospitals. The goal of asthma management in children is to achieve controlled asthma with the lowest possible frequency of asthma attacks. For the management of mild to moderate asthma attacks, the patient is given a short-acting β2 agonist by nebulization or MDI with a spacer, which can be repeated twice an hour, with consideration of adding ipratropium bromide to the third nebulizer. Then assess the patient's response, if the patient's condition improves, the patient can be sent home and prepared for outpatient treatment. However, if it worsens or does not respond, then immediately refer the patient to the hospital.

Published
2021-10-22